Loading

Butuh bantuan medis? Hubungi kami sekarang

+65 9118-3777 +62 815 1001 8888 Atau BBM 26829FFF

Apakah Crouzon Syndrome?

Crouzon Syndrome adalah suatu kelainan genetik yang memperlihatkan adanya malfomasi pada tengkorak, mata, wajah dan rahang karena penutupan dini dari sutura (craniosyntosis). Sutura adalah sambungan tulang yang menahan keenam tulang kranial pada tengkorak untuk menjaga bentuk kepala ketika otak sedang dalam masa perkembangan. Anak-anak yang mengalami kondisi ini cenderung untuk memiliki bentuk wajah yang khas, seperti bentuk tengkorak yang menyerupai daun semanggi, tulang rahang atas yang tidak berkembang dan hidung yang bengkok. Namun, mereka masih bisa memiliki kehidupan yang normal dengan kemampuan intelektual yang normal, terutama apabila perawatan bedah dilakukan untuk memperbaiki kelainan ini pada tahun pertama usia kehidupan anak. Kondisi ini diwariskan dalam sifat autosomal dominan, yang berarti bahwa hanya diperlukan salah seorang dari orang tua untuk mewariskan gen FGFR2 yang rusak sehingga anak dikatakan menderita sindrom ini. Crouzon dan Apert syndrome adalah dua penyebab paling umum yang menyebabkan kelainan bentuk tengkorak, dimana sindrom yang pertama lebih sering terjadi daripada sindrom yang terakhir.
Penyebab Crouzon Syndrome masih dalam peninjauan medis.
Risiko Crouzon Syndrome masih dalam peninjauan medis

Crouzon Syndrome mungkin mengakibatkan komplikasi berikut :

  • Mengalami kesulitan bernafas
  • Penglihatan yang buruk
Pencegahan Crouzon Syndrome masih dalam peninjauan medis.

Treatments and management of Crouzon Syndrome may vary depending on the individual patient and the severity of the medical condition. Treatment options may include:

  • Bedah Ortognatik
  • Terapi Wicara
  • Osteotomi Pemisahan Sagital Rahang
  • Osteotomi Le Fort Maksiliari
  • Kraniotomi
;